Saat kita sedang membongkar lemari,
kadang-kadang kita menemukan
sejumlah foto lama yang warnanya sudah
berubah. Kita tidak ingin
membuang foto-foto tersebut karena itu
adalah memori masa lalu yang tak
ingin kita lupakan.
Kumpulkan foto-foto tersebut lalu kita
scan semua. Kalau anda tidak
punya scanner, apa boleh buat, anda
terpaksa harus ke rental computer atau
warnet agar foto-foto anda bisa di-scan
dan
disimpan di flashdisk anda. Tidak
punya flashdisk? Minta tolong pada
operator agar di-burn ke dalam CD.
Pindahkan data foto dari CD ke dalam harddisk
computer
anda dan
bukalah program Photoshop. Bukalah
foto hasil scan tersebut pada
Photoshop. Coba anda lihat gambar 2.2.1.

Gambar 2.2.1.
Gambar di atas adalah hasil scan
sebuah foto yang berusia 8 tahun.
Dari warnanya kita bisa lihat bahwa
foto ini memang sudah dimakan usia.
Sebelum memulai proses perbaikan, coba
anda perhatikan foto
tersebut baik-baik. Warna apakah yang
tampak dominan di sana? Apakah
anda bisa melihat warna dominan dari
sebuah foto? Baiklah saya katakan
saja, ya….. Warna yang paling dominan
pada foto di atas adalah warna
merah. Dari mana saya tahu? Ya, karena
saya bisa melihat warna merah
mendominasi keseluruhan foto di atas.
Bagaimana foto tersebut bisa berubah
warna menjadi merah?
Begini…. Foto itu adalah sebuah gambar
yang dibentuk oleh ribuan
titik-titik warna yang dihasilkan oleh
mesin cetak. Titik warna itu sendiri pada
dasarnya hanya terdiri dari 4 sampai 8
warna dasar yang bisa dikombinasikan
sehingga ‘terlihat seolah-olah’
membentuk sebuah warna yang baru.
Misalnya, jika anda melihat warna
hijau pada sebuah foto, maka sebenarnya
yang anda lihat itu adalah kombinasi
dari titik-titik berwarna biru dan kuning.
Surprise? Hehehe…. Ternyata mata kita bisa ditipu secara
terang-terangan.
Baik kita lanjutkan…. Jadi, foto lama
yang sudah pudar itu memang seolah-
olah berubah warna menjadi merah
(untuk contoh kasus foto 2.2.1.). Namun
sebenarnya yang terjadi adalah;
titik-titik warna yang lain sudah luntur, hingga
tinggal tersisa titik-titik warna
merahnya saja. Begitu……..
Baiklah, sekarang mari kita lihat
gambar 2.2.2.
Gambar 2.2.2.

Gambar 2.2.2.
Seperti biasa kita mulai dengan
mengklik tombol Adjustment Layer
seperti gambar di atas, sehingga
muncul opsi perintah yang bisa kita pilih.
Kali ini kita memlih opsi Color Balance seperti
gambar 2.2.3..

Gambar 2.2.3.
Setelah itu akan muncul dialog box seperti gambar 2.2.4.

Gambar 2.2.4
Kita bisa melihat ada 3 tuas pada
jalur yang berbeda. Tuas no. 1 jika
kita geser ke kanan akan menambah
warna merah dan mengurangi warna
cyan (biru muda), jika ke kiri akan
menambah warna cyan dan mengurangi
warna merah. Naah…. Saya harap kita
sudah sepakat bahwa gambar bayi di
atas berwarna cenderung merah sehingga
perlu kita kurangi merah-nya
dengan menggeser tuas no. 1 ke kiri, seperti gambar
2.2.5.

Gambar 2.2.5
Hmmm…. Ternyata setelah kita geser,
masih ada warna lain yang
terlihat dominan, yaitu kuning dan
hijau. Apakah anda sependapat dengan
saya? Bagaimana kalau kita geser tuas
no. 3 ke kanan untuk mengurangi
warna kuning? Kita coba saja, yaa…

Gambar 2.2.6.
Wow, sudah mulai kelihatan warna
aslinya. Sudah puaskah anda
dengan hasil ini? Atau masih ingin
mencoba menggeser-geser tuas no. 2?

Gambar 2.2.7
Baiklah, akhirnya seya geser juga tuas
no. 2 sedikit saja ke kiri. Sedikit
mengangkat warna kulitnya. Sekarang benar-benar sudah
selesai.

Gambar 2.2.8
Inilah hasil akhirnya. Sudah tidak
pudar lagi, kan? Bagaimana kalau
sekarang anda mencoba dengan foto-foto
anda sendiri sebelum kita
lanjutkan?

Post a Comment