Memperbaiki Foto yang Berwarna Pudar

Wednesday, December 25, 2013 | comments

Saat kita sedang membongkar lemari, kadang-kadang kita menemukan
sejumlah foto lama yang warnanya sudah berubah. Kita tidak ingin
membuang foto-foto tersebut karena itu adalah memori masa lalu yang tak
ingin kita lupakan.
Kumpulkan foto-foto tersebut lalu kita scan semua. Kalau anda tidak
punya scanner, apa boleh buat, anda terpaksa harus ke rental computer atau
warnet agar foto-foto anda bisa di-scan dan disimpan di flashdisk anda. Tidak
punya flashdisk? Minta tolong pada operator agar di-burn ke dalam CD.
Pindahkan data foto dari CD ke dalam harddisk computer anda dan
bukalah program Photoshop. Bukalah foto hasil scan tersebut pada
Photoshop. Coba anda lihat gambar 2.2.1.
Gambar 2.2.1.
Gambar di atas adalah hasil scan sebuah foto yang berusia 8 tahun.
Dari warnanya kita bisa lihat bahwa foto ini memang sudah dimakan usia.
Sebelum memulai proses perbaikan, coba anda perhatikan foto
tersebut baik-baik. Warna apakah yang tampak dominan di sana? Apakah
anda bisa melihat warna dominan dari sebuah foto? Baiklah saya katakan
saja, ya….. Warna yang paling dominan pada foto di atas adalah warna
merah. Dari mana saya tahu? Ya, karena saya bisa melihat warna merah
mendominasi keseluruhan foto di atas. Bagaimana foto tersebut bisa berubah
warna menjadi merah?
Begini…. Foto itu adalah sebuah gambar yang dibentuk oleh ribuan
titik-titik warna yang dihasilkan oleh mesin cetak. Titik warna itu sendiri pada
dasarnya hanya terdiri dari 4 sampai 8 warna dasar yang bisa dikombinasikan
sehingga ‘terlihat seolah-olah’ membentuk sebuah warna yang baru.
Misalnya, jika anda melihat warna hijau pada sebuah foto, maka sebenarnya
yang anda lihat itu adalah kombinasi dari titik-titik berwarna biru dan kuning.
Surprise? Hehehe…. Ternyata mata kita bisa ditipu secara terang-terangan.
Baik kita lanjutkan…. Jadi, foto lama yang sudah pudar itu memang seolah-
olah berubah warna menjadi merah (untuk contoh kasus foto 2.2.1.). Namun
sebenarnya yang terjadi adalah; titik-titik warna yang lain sudah luntur, hingga
tinggal tersisa titik-titik warna merahnya saja. Begitu……..
Baiklah, sekarang mari kita lihat gambar 2.2.2.
Gambar 2.2.2.
Gambar 2.2.2.
Seperti biasa kita mulai dengan mengklik tombol Adjustment Layer
seperti gambar di atas, sehingga muncul opsi perintah yang bisa kita pilih.
Kali ini kita memlih opsi Color Balance seperti gambar 2.2.3..
Gambar 2.2.3.
Setelah itu akan muncul dialog box seperti gambar 2.2.4.
Gambar 2.2.4
Kita bisa melihat ada 3 tuas pada jalur yang berbeda. Tuas no. 1 jika
kita geser ke kanan akan menambah warna merah dan mengurangi warna
cyan (biru muda), jika ke kiri akan menambah warna cyan dan mengurangi
warna merah. Naah…. Saya harap kita sudah sepakat bahwa gambar bayi di
atas berwarna cenderung merah sehingga perlu kita kurangi merah-nya
dengan menggeser tuas no. 1 ke kiri, seperti gambar 2.2.5.
Gambar 2.2.5
Hmmm…. Ternyata setelah kita geser, masih ada warna lain yang
terlihat dominan, yaitu kuning dan hijau. Apakah anda sependapat dengan
saya? Bagaimana kalau kita geser tuas no. 3 ke kanan untuk mengurangi
warna kuning? Kita coba saja, yaa…
Gambar 2.2.6.
Wow, sudah mulai kelihatan warna aslinya. Sudah puaskah anda
dengan hasil ini? Atau masih ingin mencoba menggeser-geser tuas no. 2?

Gambar 2.2.7
Baiklah, akhirnya seya geser juga tuas no. 2 sedikit saja ke kiri. Sedikit
mengangkat warna kulitnya. Sekarang benar-benar sudah selesai.
Gambar 2.2.8
Inilah hasil akhirnya. Sudah tidak pudar lagi, kan? Bagaimana kalau
sekarang anda mencoba dengan foto-foto anda sendiri sebelum kita
lanjutkan?


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. galang komputer - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger